Floca - Santai Sambil Update

collapse
Home / Raga / Novo Gandeng Anthropic, Bawa AI ke Proses Pencarian Obat
Novo Gandeng Anthropic, Bawa AI ke Proses Pencarian Obat

Novo Gandeng Anthropic, Bawa AI ke Proses Pencarian Obat

2026-10-16  Ikhsan Digdo  15 views

Floca.id - Menemukan obat baru bukan pekerjaan yang selesai dalam semalam. Para peneliti perlu melewati serangkaian proses ilmiah untuk memahami penyakit, menguji berbagai kemungkinan, hingga menemukan kandidat obat yang berpotensi membantu pasien.

Kini, kecerdasan buatan (AI) mulai mendapat tempat dalam proses tersebut. Novo Nordisk menggandeng perusahaan AI Anthropic untuk memanfaatkan model Claude dalam membantu penelitian obat baru dan memperkuat pekerjaan ilmiah para penelitinya.

Kerja sama yang diumumkan pada 7 Oktober 2026 ini berfokus pada tantangan penelitian yang berpotensi dibantu AI. Kedua perusahaan juga akan mengembangkan solusi untuk mendukung penalaran biologis dan memperkuat alur kerja penelitian.

Membantu Peneliti Menemukan Jawaban

Melalui kolaborasi ini, Novo ingin memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas penelitian dan pengembangan (R&D). Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu ilmuwan memahami biologi manusia dan cara kerja obat dengan lebih baik.

Presiden dan CEO Novo, Mike Doustdar, mengatakan kerja sama ini mendukung ambisi perusahaan untuk memperluas pemanfaatan AI.

“AI dapat membantu kami meningkatkan produktivitas R&D dan mempersingkat proses dari penelitian hingga produk dipasarkan. Lebih dari itu, teknologi AI juga dapat membuka peluang ilmiah yang benar-benar baru serta membantu kami memahami biologi manusia dan mekanisme kerja obat dengan lebih baik.”

Sebagai langkah awal, Novo akan menguji Claude Science pada sejumlah alur kerja R&D. Pengujian ini akan berfokus pada persoalan ilmiah yang dinilai paling berpotensi terbantu oleh kolaborasi tersebut.

Dari Penelitian Menuju Terobosan Medis

Co-Founder dan CEO Anthropic, Dario Amodei, melihat perkembangan AI berpotensi mempercepat kemajuan ilmu biologi dan medis.

“Dengan kemampuan AI yang terus meningkat, terobosan di bidang biologi dan medis yang biasanya dicapai dalam satu abad, berpotensi dapat terwujud hanya dalam satu dekade,” ujar Dario Amodei.

Selain penelitian obat, Novo juga akan menggunakan model AI Anthropic untuk memperkuat pengembangan perangkat lunak internal. Langkah ini menjadi bagian dari rencana perusahaan memperluas penggunaan AI di berbagai lini bisnis.

Meski menawarkan peluang baru, penerapan AI dalam kerja sama ini tetap mengutamakan pengawasan manusia dan tata kelola data yang ketat. Kedua perusahaan menyatakan prinsip tersebut penting untuk menjaga penggunaan teknologi tetap aman, etis, dan sesuai aturan. (ikh)


Share: