Floca - Santai Sambil Update

collapse
Home / Intim / Lantai Panggul dan Kualitas Ereksi yang Sering Terabaikan
Lantai Panggul dan Kualitas Ereksi yang Sering Terabaikan

Lantai Panggul dan Kualitas Ereksi yang Sering Terabaikan

2025-12-29  Ikhsan Digdo  156 views

Floca.id - Ketika mendengar istilah pelvic floor atau lantai panggul, banyak pria langsung mengaitkannya dengan tubuh perempuan, terutama setelah melahirkan. Padahal, pria juga memilikinya. Ketika bagian tubuh ini bermasalah, dampaknya bisa terasa sampai ke urusan yang paling personal: kualitas ereksi dan kepuasan seksual.

Lantai panggul adalah sekumpulan otot yang berada di bagian bawah perut, membentang dari tulang kemaluan hingga tulang ekor, serta dari sisi pinggul ke sisi pinggul. 

Fungsinya kerap dianalogikan seperti hammock, yang menopang organ-organ penting seperti kandung kemih, prostat, dan rektum. Meski jarang disadari, otot-otot ini bekerja diam-diam menopang banyak fungsi dasar tubuh pria.

 

Cerita lainnya dari Floca:

Intim: Saat Seks Perlu Dibicarakan

 

Lantai Panggul Mempertahankan Ereksi 

charlesdeluvio-alurtze7zto-unsplash.jpg
Kesehatan lantai panggul memengaruhi kualitas ereksi. (Foto: Unsplash/Charlesdeluvio)

Seperti dikutip dari Men's Health, Menurut Susie Gronski, terapis fisik spesialis lantai panggul sekaligus konselor seksualitas asal Amerika Serikat, kesehatan pria, baik secara umum maupun seksual, sangat berkaitan dengan fungsi area ini. 

Di dalam lantai panggul, terdapat kelompok otot yang dikenal sebagai urogenital triangle, yang berperan membantu mencapai dan mempertahankan ereksi, serta mendukung ejakulasi yang sehat.

Masalahnya, banyak pria tidak pernah benar-benar mengenal bagian tubuh ini. Padahal, pemahaman tentang fungsi dan cara menjaganya penting di semua usia. 

Lauren Garges, terapis fisik lantai panggul bersertifikasi dari St. Luke’s University Health Network, menyebut perhatian khusus perlu diberikan pada pria yang pernah menjalani operasi atau terapi kanker di area panggul, seperti prostat, kandung kemih, atau usus besar.

 

Cerita lainnya dari Floca:

Seks ialah ‘Rekreasi’ Paling Murah untuk Pasangan

 

Seiring bertambahnya usia, ukuran prostat pria cenderung membesar. Kondisi ini dapat berkontribusi pada gangguan lantai panggul, istilah payung untuk berbagai masalah ketika otot-otot tersebut tidak bekerja optimal. 

Dampaknya bukan hanya soal seks, tetapi juga bisa berupa sering buang air kecil, sulit menahan urine atau feses, hingga nyeri di area panggul.

Lantai Panggul dan Aliran Darah Sehat

eduardo-cano-photo-co-ibzns3essp4-unsplash.jpg
Otot panggul berkaitan dengan mengatur aliran darah ke Mr.P. (Foto: Unsplash/Eduardo Cano Photo Co.)

Dalam konteks kesehatan seksual, Kylene Logorda, terapis fisik lantai panggul dari jaringan rumah sakit yang sama, menjelaskan bahwa otot lantai panggul yang terlalu tegang atau justru terlalu lemah tidak mampu mengatur aliran darah ke Mr. P dengan baik. Padahal, aliran darah yang sehat adalah kunci utama untuk menjaga fungsi ereksi.

Data menunjukkan sekitar 16 persen pria teridentifikasi mengalami gangguan lantai panggul. Angka sebenarnya diyakini lebih tinggi, karena banyak pria memilih diam. Rasa malu, bingung, atau anggapan bahwa ini bukan sesuatu yang pantas dibicarakan membuat banyak sinyal tubuh terabaikan.

Menariknya, ketika akhirnya memutuskan datang ke tenaga kesehatan, banyak pria justru menjadi pasien yang sangat berkomitmen. Seperti dicatat Garges, mereka yang sudah melangkah sejauh itu biasanya datang dengan satu kesadaran sederhana: tubuh sedang meminta perhatian.

Mungkin, persoalannya bukan karena tubuh pria rapuh. Tapi karena terlalu lama kita diajarkan untuk tidak membicarakannya.

Foto Cover: Unsplash/AnandThakur 


Share: