Floca.id - Banyak orang mengira kemampuan melanjutkan hubungan intim hingga ronde kedua sepenuhnya ditentukan oleh stamina. Padahal, tubuh pria memiliki mekanisme alami yang membuatnya membutuhkan waktu untuk pulih setelah orgasme.
Karena itu, jika ereksi tidak langsung kembali setelah berhubungan intim, kondisi tersebut bukan berarti ada yang salah. Memahami cara kerja tubuh justru bisa membantu pasangan menikmati momen intim dengan lebih santai, tanpa tekanan yang tidak perlu.
Tubuh Punya Waktu Pemulihan
Dalam dunia medis, masa pemulihan setelah orgasme dikenal sebagai refractory period. Pada fase ini, tubuh pria membutuhkan jeda sebelum kembali terangsang dan mampu mempertahankan ereksi.
Dikutip dari laman askmen, Konselor sekaligus pakar hubungan David Bennett menjelaskan bahwa durasi refractory period berbeda pada setiap pria. Usia memang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi, tetapi kondisi kesehatan, hormon, hingga tingkat gairah seksual juga ikut menentukan seberapa cepat tubuh siap untuk kembali berhubungan intim.
Ahli urologi Dr. Jamin Brahmbhatt menambahkan, setelah orgasme tubuh mengalami perubahan hormon yang membuat penis kembali lemas dan dorongan seksual menurun untuk sementara waktu. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bagian dari proses biologis yang normal, sehingga tidak perlu dianggap sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan.
Cerita lainnya dari Floca:
Bagian Penting dalam Hubungan Intim yang Sering Disebut Foreplay
Menjaga Keintiman Selama Menunggu
Menunggu tubuh kembali siap bukan berarti keintiman dengan pasangan harus ikut berhenti. Justru, masa jeda tersebut bisa dimanfaatkan untuk tetap menjaga kedekatan emosional melalui sentuhan maupun komunikasi.
Bennet menekankan penting bagi kedua pasangan untuk memahami bahwa bagi banyak pria, kembali berhubungan intim hanya beberapa menit setelah orgasme belum memungkinkan secara fisiologis.
"Memberikan tekanan justru bisa membuat keadaan semakin sulit," kata Bennett.
Senada dengan itu, pendiri Premature Ejaculation Help, Philippe Côté-Léger, menyarankan agar pasangan tetap mempertahankan suasana intim setelah orgasme pertama. Menurutnya, cara terbaik untuk mempersingkat masa tunggu ini adalah dengan tetap memberikan stimulasi setelah orgasme pertama.
Cerita lainnya dari Floca:
DKT Indonesia Bawa Solusi Kesehatan Reproduksi ke Tempat Kerja Lewat 'DKT Intimate with You'
"Tentu sebagian besar pria akan kehilangan ereksi, tetapi jika pasangan tetap mencium dan membelai, masa jeda akan terasa lebih menyenangkan. Hal itu dapat menggantikan rasa lelah dengan pikiran-pikiran erotis yang membantu ereksi kembali lebih cepat," ujarnya.
Menurut Philippe, meski gairah seksual sempat terhambat setelah ejakulasi, bukan berarti tubuh tidak bisa kembali terangsang.
Pada akhirnya, ronde kedua bukan soal membuktikan siapa yang memiliki stamina paling kuat. Hubungan intim yang berkualitas lebih banyak ditentukan oleh komunikasi, saling memahami kondisi tubuh, dan menikmati setiap momen bersama pasangan. (ikh)
Sumber foto: Unsplash/wd toro 🇲🇨