Floca.id - Azan magrib berkumandang. Gelas-gelas diangkat. Tangan bergerak pelan mengambil satu butir kurma. Manisnya pecah di mulut, pelan tapi pasti. Setelah seharian menahan lapar dan haus, tubuh seperti diberi aba-aba: saatnya hidup lagi.
Di bulan Ramadan, kurma bukan cuma tradisi. Ada alasan ilmiah di balik kebiasaan sederhana ini.
Kurma mengandung 5 hingga 18 gram karbohidrat per buah, tergantung ukuran dan jenisnya. Sebagian besar berasal dari gula alami yang cepat dipecah tubuh.
Saat perut kosong setelah berpuasa hampir 14 jam, tubuh membutuhkan asupan yang bisa segera diubah menjadi energi. Di titik itulah kurma bekerja.
“Kurma adalah pilihan cerdas untuk camilan sebelum berolahraga karena kandungan karbohidratnya membantu memberi bahan bakar pada otot yang bekerja, sementara kaliumnya mendukung fungsi otot yang optimal,” ujar Ahli gizi terdaftar Stacey Woodson, dikutip dari laman Health.
Cerita lainnya dari Floca:
Skizofrenia dan Bipolar: Saat Suara dalam Kepala Perlu Didengar
Situasi berbuka puasa tak jauh berbeda. Tubuh yang lama tidak mendapat asupan memerlukan energi cepat serap. Gula alami dalam kurma membantu menaikkan kembali kadar energi tanpa terasa berat di lambung.

Menjaga rasa kenyang lebih lama saat sahur
Saat sahur, buah kecil ini punya peran berbeda. Kandungan seratnya membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan membuat ritme pencernaan tetap stabil sepanjang hari. Tiga buah kurma Medjool tanpa biji mengandung sekitar 4,8 gram serat atau sekitar 13 hingga 19 persen kebutuhan harian.
Woodson menjelaskan kurma menjadi camilan ideal di sela waktu makan karena seratnya membantu menjaga ritme pencernaan tetap stabil sepanjang hari. “Jarak waktu ini memungkinkan sistem pencernaan mendapatkan manfaat serat secara konsisten tanpa terasa berlebihan.”
Cerita lainnya dari Floca:
Merawat sistem pencernaan
Penelitian pada 2025 juga menemukan bahwa serat dalam kurma berpotensi mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Artinya, bukan hanya energi yang dipulihkan, tapi juga sistem cerna yang dirawat.
Ahli diet olahraga Roxana Ehsani menambahkan manfaat lainnya. “Karbohidrat dalam kurma terutama jika dikombinasikan dengan protein membantu proses pemulihan dan mengisi kembali cadangan glikogen otot.” Kandungan kaliumnya juga membantu menggantikan elektrolit yang hilang.
Namun tetap ada catatan kecil. Manisnya kurma tetaplah gula. Karena itu, para ahli menyarankan memadukan kurma dengan protein, seperti yoghurt Yunani atau selai kacang, serta mengonsumsinya bersama air putih agar seratnya bekerja lebih optimal. (ikh)
Foto Cover: Unsplash/VD Photography