Floca.id - Di panggung kecil PechaKucha Night Jakarta Vol. 51, Annisa Saqina duduk sambil berbicara dengan suara tenang. Tapi kisah yang ia bagi malam itu tentang jadi tulang punggung keluarga sejak muda, tentang sabar, dan tentang mencintai tanpa syarat, langsung bikin banyak orang terdiam.
Annisa harus bekerja sambil kuliah demi menopang hidup keluarga. Ibunya, seorang single parent dan penyintas stroke, jadi alasan terbesarnya untuk terus kuat. Sebagai caregiver, Annisa tumbuh jadi pribadi yang penuh empati dan tangguh.
"Pengalaman itu justru membentuk aku jadi aku yang sekarang,” ujarnya. Ia kini tertarik terjun ke dunia anak-anak, berharap bisa menciptakan masa kecil yang lebih baik bagi generasi berikutnya.
Cerita dari Panggung: Ketulusan, Ketakutan, dan Rasa Aman
Dengan tema Family Group Chat: The Meaning of What They Send, Forward, Reply, and React, PKNJ Vol. 51 digelar 26 Juni lalu di Imagine! by RMA, bekerja sama dengan Proud Project. Empat pembicara hadir membagikan kisah keluarga dari berbagai sudut pandang: Iqbal Hariadi, Gaby Bunga Saputra, Annisa Saqina, dan Annisa Steviani.
Buat Iqbal Hariadi, CEO Proud Project, komunikasi terbuka dalam keluarga adalah fondasi. Ia tumbuh dengan banyak pertanyaan dari masa kecil yang baru bisa dijawab saat dewasa: tentang luka lama, peran sebagai ayah, suami, anak, dan profesional.
“Ketakutan-ketakutan itu bisa dihadapi kalau kita berani tampil rentan di depan keluarga,” ujarnya. Dengan saling bertanya, bicara jujur, dan nggak lari dari percakapan sulit, keluarga jadi tempat untuk tumbuh, bukan sekadar tempat pulang.
Lain cerita dengan Annisa Steviani, financial content creator yang harus jadi pencari nafkah utama saat sang suami, Andi JG, didiagnosis anxiety disorder.
"Aku lebih tenang kalau suamiku sehat dan aku yang menanggung keluarga," katanya.
Meski kini penghasilannya tidak tetap, ia justru merasa lebih damai karena bisa mendukung keluarganya tanpa tekanan berlebihan. Buat Annisa, keluarga adalah tanggung jawab bersama yang dijalani dengan ketulusan, bukan tuntutan.
Lanjut bacanya ke sini yuk:
5 Momen Aksi Bersih Sungai Ciliwung Bareng WINGS Peduli yang Bikin Kamu Semangat Jaga Lingkungan
Gaby: Jadi Kepala Keluarga di Usia 19
Usianya baru 19 tahun saat harus jadi kepala keluarga. Gaby Bunga Saputra, yang dikenal sebagai content creator, mendadak harus memikul peran sebagai orang tua untuk kedua adiknya, Bianca dan Brittany.
“Semua aku jalani dengan otodidak. Nggak ada yang ngajarin aku jadi orang tua,” ungkapnya. Tapi ia tak pernah menyesali apa pun. Didikan orang tuanya untuk selalu kuat menjadi pegangan saat situasi menuntutnya dewasa lebih cepat.
Kini, Gaby jadi pengingat bahwa kekuatan hati bisa mendorong seseorang melampaui batas yang ia kira tak bisa dilewati.
Ruang Cerita Tentang Apa yang Sungguh Berarti
PechaKucha Night Jakarta Vol. 51, yang digelar bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional, bukan cuma soal panggung cerita. Bersama komunitas Proud Circle dan dukungan dari Maverick Indonesia, acara ini terasa seperti ruang aman, tempat orang bisa saling mendengarkan, memahami, dan menyadari satu hal penting: bahwa keluarga bukan cuma tentang tinggal serumah, tapi tentang saling hadir.
Kisah-kisah yang dibagikan malam itu bukan cuma bikin haru, tapi juga jadi pengingat: hidup itu bukan tentang punya segalanya, tapi tentang mau berbagi, bertumbuh, dan berjalan bareng, terutama dengan mereka yang selalu jadi alasan kita kuat, yaitu keluarga. (flc)
Foto Cover: Lisa from Pexels