Floca - Santai Sambil Update

collapse
Home / Raga / IBD Update 2026: Ketika Sinyal Pencernaan Tak Lagi Bisa Diabaikan
IBD Update 2026: Ketika Sinyal Pencernaan Tak Lagi Bisa Diabaikan

IBD Update 2026: Ketika Sinyal Pencernaan Tak Lagi Bisa Diabaikan

2026-01-28  Ikhsan Digdo  169 views

Floca.id - Belakangan, keluhan soal pencernaan makin sering kita dengar. Perut sering sakit, diare yang datang dan pergi, badan gampang capek. Banyak dari kita menganggapnya hal biasa. 

Padahal, di balik gejala itu, bisa jadi ada Inflammatory Bowel Disease (IBD)—penyakit kronis yang kasusnya terus meningkat, termasuk di Indonesia.

Masalahnya, IBD masih sering luput dikenali sejak awal. Gejalanya mirip gangguan pencernaan lain, sehingga tak sedikit pasien baru mendapat diagnosis ketika kondisinya sudah cukup berat. 

Dari kegelisahan itu, RS Abdi Waluyo menggelar IBD Update 2026, forum ilmiah yang mempertemukan para pakar untuk memperbarui pemahaman soal diagnosis dan penanganan IBD. Acara ini berlangsung pada 23–24 Januari 2026 di Park Hyatt Jakarta.

Ada Dua Jenis Penyakit IBD

IBD bukan penyakit sederhana. Dua jenis utamanya, yaitu Crohn’s disease dan ulcerative colitis bisa “menyamar” sebagai penyakit lain. Karena itu, proses diagnosis dan terapi perlu dilakukan dengan teliti agar pasien tidak salah langkah sejak awal.

Spesialis Gastroenterologi-Hepatologi RS Abdi Waluyo, Prof. dr. Marcellus Simadibrata, menekankan pentingnya perhatian terhadap penyakit ini. 

“IBD sangat penting dibahas, sehingga kami sangat mendukung terselenggaranya IBD Update 2026 sebagai forum ilmiah yang penting dan strategis bagi perkembangan penanganan IBD di dunia, dan khususnya untuk Indonesia,” ujarnya.

 

Cerita lainnya dari Floca:

MENARI Bersama Detak Jantung untuk Sambut Pulse Day 2026

 

RS Abdi Waluyo dan IBD Center

RS Abdi Waluyo juga menghadirkan RS Abdi Waluyo IBD Center, pusat layanan terpadu pertama di Indonesia yang dirancang sebagai one-stop service bagi pasien IBD. Di sini, pasien bisa mendapatkan diagnosis, terapi, pemantauan jangka panjang, hingga dukungan tim multidisiplin dalam satu jalur penanganan.

Buat kita sebagai pembaca awam, pesannya sederhana: kalau keluhan pencernaan datang berulang dan terasa makin mengganggu, jangan ragu cari bantuan yang tepat. Mendengar sinyal tubuh lebih awal dan tahu ke mana harus datang, bisa jadi langkah kecil yang berdampak besar. (ikh)


Share: