Floca - Santai Sambil Update

collapse
Home / Singgah / Pergi ke Luar Seoul, Tren Baru Wisatawan Indonesia Menikmati Korea Selatan
Pergi ke Luar Seoul, Tren Baru Wisatawan Indonesia Menikmati Korea Selatan

Pergi ke Luar Seoul, Tren Baru Wisatawan Indonesia Menikmati Korea Selatan

2026-06-24  Ikhsan Digdo  121 views

Floca.id - Demam budaya Korea Selatan masih kuat terasa di Indonesia. Namun kini, daya tarik Negeri Ginseng tidak lagi hanya soal hiruk-pikuk Seoul. Wisatawan Indonesia mulai mencari pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan lokal dan budaya autentik Korea Selatan.

Laporan terbaru Airbnb bertajuk Korea Calling: How K-Culture Is Driving a New Generation of Travelers into Korea menunjukkan bahwa 97 persen wisatawan Indonesia mengaku budaya Korea memengaruhi minat mereka untuk berkunjung ke Korea Selatan.

Country Head Airbnb untuk Asia Tenggara dan India, Amanpreet Bajaj, mengatakan tren wisata kini mulai bergeser. Menurutnya, wisatawan tidak lagi hanya tertarik pada destinasi populer, tetapi juga ingin menjelajahi sisi lain Korea Selatan melalui kuliner lokal, budaya tradisional, hingga daerah wisata yang belum terlalu ramai.

“Pergeseran ini terlihat dari semakin banyak wisatawan yang ingin menjelajahi Korea Selatan lebih dalam melalui kuliner lokal, warisan budaya, serta daerah wisata yang belum banyak dikunjungi wisatawan,” ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima Floca.id.

 

Cerita lainnya dari Floca:

Agoda: Batam dan Phu Quoc Jadi Destinasi Favorit Baru Liburan Keluarga Indonesia

 

Wisata di Luar Seoul Kian Diminati

Minat menjelajahi Korea Selatan di luar Seoul pun semakin besar. Sebanyak 98 persen responden mengaku tertarik mengunjungi kota lain jika tersedia pilihan akomodasi yang sesuai.

Busan menjadi destinasi favorit dengan tingkat ketertarikan mencapai 81 persen, disusul Pulau Jeju sebesar 58 persen. Selain keindahan alam, wisatawan juga tertarik pada kuliner khas daerah serta lokasi yang muncul dalam drama maupun film Korea.

Dalam tren ini, akomodasi tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat menginap. Sebanyak 70 persen responden menyebut homestay menjadi faktor penting karena dinilai membuat pengalaman wisata terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal.

 

Cerita lainnya dari Floca:

Kamar Solek, Ritual Nusantara di House of Tugu Jakarta

 

Wisata yang Lebih Personal dan Bermakna

Laporan tersebut juga menunjukkan budaya Korea memengaruhi aktivitas wisata yang dipilih pelancong Indonesia, mulai dari K-pop hingga wisata kuliner.

Meski tiap generasi memiliki ketertarikan berbeda, makanan menjadi daya tarik yang paling universal. Pengalaman menikmati kuliner autentik Korea dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan wisata.

Rata-rata wisatawan Indonesia menghabiskan waktu 5,5 malam di Korea Selatan dengan pengeluaran lebih dari Rp30 juta per orang di luar tiket pesawat, menunjukkan bahwa perjalanan ke Korea Selatan kini bukan sekadar tren, tetapi pengalaman yang lebih personal dan bermakna.


Share: