Floca - Santai Sambil Update

collapse
Home / Singgah / 3 Kisah Perempuan Bali Menemukan Jalan Mereka Lewat Airbnb
3 Kisah Perempuan Bali Menemukan Jalan Mereka Lewat Airbnb

3 Kisah Perempuan Bali Menemukan Jalan Mereka Lewat Airbnb

2026-03-10  Ikhsan Digdo  214 views

Floca.id - Di Bali, peluang bisa datang dari mana saja. Bahkan dari rumah sendiri. Sejumlah perempuan di Pulau Dewata berhasil mengubah properti milik mereka menjadi penginapan yang diminati wisatawan lewat platform Airbnb. 

Tak sekadar menyewakan kamar, mereka juga menghadirkan pengalaman menginap yang lebih personal bagi para tamu.

Dari usaha tersebut, mereka bahkan bisa meraup penghasilan hingga Rp55 juta per tahun. Properti yang mereka kelola pun berhasil mendapat label “Guest Favorite” dari Airbnb.

Di balik pencapaian itu, ada cerita perjalanan yang berbeda dari masing-masing tuan rumah.

 

Cerita lainnya dari Floca:

The Apurva Kempinski Bali Bawa Tamu Menyusuri Jalur Rempah lewat ‘Spice Route Voyage’

 

1. Made Mawar membangun rumah ramah lingkungan di Bali Utara

image-1.png

Bertahun-tahun bekerja di sektor pariwisata dan wellness di Bali Selatan membuat Made Mawar cukup akrab dengan hiruk pikuk kawasan wisata.

Namun di benaknya, pesona Bali tak hanya ada di wilayah selatan. Kampung halamannya di Buleleng, Bali Utara, menurutnya memiliki keindahan yang tak kalah menarik.

Keinginan itulah yang mendorong Mawar membangun sebuah rumah ramah lingkungan di sana. Menggunakan material bambu dan kayu, rumah tersebut dirancang menyatu dengan alam sekitar.

Properti itu kemudian ia daftarkan di Airbnb. Tak disangka, tempat yang berada jauh dari keramaian wisata Bali justru menarik perhatian tamu yang mencari suasana lebih tenang.

“Saya mendapatkan kemandirian finansial tepat di desa saya sendiri, sehingga tidak perlu lagi merantau ke Selatan untuk bekerja,” ujar Mawar.

2. Paviliun kecil Dewi Wahyuni yang menarik perhatian wisatawan

image-3.png

Sementara itu, Dewi Wahyuni memulai langkahnya dengan cara yang sederhana.

Ia membangun sebuah paviliun kecil di kawasan Seminyak, salah satu daerah yang ramai dikunjungi wisatawan. Bangunan tersebut mengusung konsep vila joglo dengan arsitektur tradisional Indonesia.

Lokasinya yang strategis serta desain yang hangat membuat penginapan itu cepat menarik perhatian para tamu Airbnb.

Bagi Dewi, menjadi tuan rumah bukan hanya soal bisnis. Usaha tersebut juga memberinya kesempatan untuk mengatur waktu lebih fleksibel bersama keluarga.

“Jika saya tidak mulai menjadi tuan rumah di Airbnb, mungkin saya masih bekerja di kantor dan tidak punya banyak waktu untuk putra dan keluarga saya,” kata Dewi.

 

Cerita lainnya dari Floca:

Tren Perjalanan 2026: Wisatawan Jatuh Cinta dengan Penginapan Unik

3. Irene Vania yang kini percaya diri berinteraksi dengan tamu

image-2-optimized-100.png

Cerita lain datang dari Irene Vania. Awalnya, ia sempat merasa canggung saat harus berinteraksi langsung dengan para tamu yang menginap.

Namun pengalaman membantu mengelola penginapan keluarga yang terdaftar di Airbnb perlahan mengubah rasa takut itu menjadi kepercayaan diri.

Kini Irene justru senang berbagi rekomendasi kepada para tamu, mulai dari tempat makan lokal hingga pasar tradisional di sekitar penginapan.

“Saya mengarahkan mereka ke tempat makan lokal, usaha kecil, dan pasar tradisional, yang pada akhirnya membantu mendukung ekonomi lokal,” kata Irene.

Properti keluarganya berupa kompleks rumah tradisional Bali yang memungkinkan para tamu tinggal berdampingan dengan keluarga lokal dan merasakan kehidupan masyarakat setempat secara langsung. (ikh)


Share: